Membangkitkan sang legenda dengan Arch linux

4 minute read

legenda acer aspire 5315

Acer aspire 5315 adalah alat tempur yang melegenda bagi saya dengan sejarah yang cukup panjang menemani belajar dikala susah maupun senang saat di perguruan tinggi ,terhitung dari tahun 2008an hingga awal 2014 sang legenda resmi menjadi hiasan di meja gudang penuh amunisi dikarenakan salah diagnosa penyakitnya. Alhamdulilah awal bulan mei bisa ketemu ahli perangkat keras dokter spesialis muhammad ngok sekarang bukak klinik di ketintang barat memberi wacana kalau mesin aspire 5315 saya normal hanya saja lcdnya yg bermasalah jadi kepikiran untuk mempersiapkannya untuk menambah amunisi developing saya. alkisah dari dulu laptop ini sangat pemilih dalam hal operating system hanya bisa berjalan sempurna di keluarga debian seperti ubuntu dan linuxmint ada saja kendala kalau di install selain turunan debian mulai kernel panic hingga freezy itu berlaku untuk varian distro linux lama dan baru akhirnya nekat install distro arch linux karena paketnya kita build terpisah sesuai kebutuhan, seperti apa perjalanannya mari kita ulas satu persatu

salah satu hal yang menarik dari menginstall operating system linux adalah sisi dokumentasinya yang sangat lengkap keuntungan opensource dengan komunitas terbesar jadi bahan untuk bacaan atau referensi di kala terjadi error gak usah panic tinggal check di forumnya atau wikipedianya karena error itulah pelajaran baru akan dimulai pintu pengetahuan sudah menjelang di pelupuk mata kali ini referensi lengkapnya ada di arch wiki

Mode Partisi

Foo
booting liveusb

Note: untuk persiapan booting mode liveusb dan mentahan .iso arch bisa kunjungi download

setelah booting dengan liveusb barulah install mode command line dimulai dengan partisi menggunakan applikasi cfdisk

 root@archiso~# cfdisk
Foo
Credit google

saya cuman butuh 2 partisi yaitu partisi linux filesystem dan swap tinggal sesuain sama kebutuhan saja, kalau hardisknya sudah ada partisinya dan ragu bagian mana yang akan digunakan format atau delete bisa menggunakan cfdisk -l untuk melihat ada berapa partisi di hardisk

 root@archiso~# fdisk -l

Format filesystem dan Swap

partisi telah siap dan saatnya untuk format filesystem saya memimilih ext4 lalu mount partisi root pada directory /mnt

 root@archiso~# mkfs.ext4 /dev/sda1
 root@archiso~# mount /dev/sda1 /mnt

Note: ada beberapa type dari filesystem untuk referensi lebih lanjut bisa baca baca arch wiki file systems atau bisa jugak ingin mengetahui perbedaan ext2 ext3 dan ext4 bisa kunjungi artikel ini theegeekstuff

filesystem telah siap tinggal kita format partisi swap , apa itu swap ? silahkan ke arch wiki swap

 root@archiso~# mkswap /dev/sda2
 root@archiso~# swapon /dev/sda2

peringatan: pastikan mengingat /dev/sda dari filesystem dan swap yang sudah di alokasikan di mode partisi jangan sampai ketuker antara swap dan filesystem

Waktunya download dan install package base

Foo
 root@archiso~# pacstrap -i /mnt base

Note: untuk terlebih dahulu memastikan ada koneksi internet karena saya memakai jaringan wifi jadi konektivitasnya di jembatani oleh wpa_supplicant dengan wifi-menu silahkan check arch wiki internet

Tips: jangan lupa untuk menginstall app dan library konektivias internet untuk selanjutnya digunakan pada saat setelah installasi selesai misal iw,dialog,wpa_supplicant

setelah terinstall dengan sempurna paket base di /mnt selanjutnya adalah configurasi fstab tugasnya file ini bisa dibaca di arch wiki fstab

 root@archiso~# genfstab -U /mnt >> /mnt/etc/fstab
Foo

Membuat password root dan user

akun root atau superuser digunakan system adminitration misal untuk melakukan kegiatan install dan akses folder folder yang ada di system, maka selain kegiatan sifatnya biasa di sarankan untuk membuat akun lagi selain root . karena arch mode liveusb menggunakan auto login maka untuk kepentingan keamanan maka kita harus memasukkan password root

Foo
 root@archiso~# arch-chroot /mnt /bin/bash

setelah masuk ke mode root langsung deh passwd

Foo

oke beres password superuser root saatnya membuat user lain untuk tugas tugas sederhana dan untuk keamanan jugak, sebelum itu install dulu paket sudo fungsinya untuk memberikan beberapa ijin akses ke system akun user

Foo
 sh-4.3#pacman -S sudo bash-completion

setelah terinstall baru kita menambah user dan memberikannya password

 sh-4.3# useradd -m -g users -G wheel,storage,power -s /bin/bash <namauser>
 passwd <namauser>
Foo

nah setelah itu baru kita konfigurasi user yang baru ditambahkan untuk berada dalam grup wheel agar bisa menjalankan tugas tugas yang membutuhkan akses ke system dengan sudo

 sh-4.3#EDITOR=nano visudo

setelah masuk ke teks editor nano hapus tanda # %whell ALL=(ALL) ALL seperti pada gambar dibawah ini

Foo

beres dah masalah useradd langsung memasukkan nama hostname komputer berguna saat koneksi antar komputer

 sh-4.3# echo nama komputer > /etc/hostname

peringatan: Hayo looh ingat ingat lagi password root dan user jangan sampe kelupaan

konfigurasi lokasi bahasa dan zona waktu

saya menggunakan bahasa inggris saja karena sudah terbiasa bor

 sh-4.3#nano /etc/locale.gen

hapus tanda # di lokasi dan bahasa yang dipilih setelah itu klik locale-gen untuk mengenerate

Foo

selanjutanya menentukan zona waktu

 sh-4.3#ls /usr/share/zoneinfo/

maka akan muncul gambar dibawah ini karena saya menggunakan jakarta dia berada di directory Asia

Foo
 sh-4.3#ln -s /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta

okey beres zona waktu , bahasa dan lokasi sudah terkonfigurasi dengan benar

Install Bootloader dan beres beres

kegiatan kali ini diawali dengan bash script mkinitcpio yang digunakan untuk membuat initial ramdisk environment arch wiki mkinitcpio

 sh-4.3#mkinitcpio -p linux

setelah itu download dan install grub

 sh-4.3#pacman -S grub_bios
 sh-4.3#grub install /dev/sda
Foo

konfigurasi boot di grub

 sh-4.3#grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

fiuuuuuh akhirnya saat saat terakhir telah tiba dalam daya dan upaya membangkitkan sang legenda 5315 tinggal unmount dan reboot jurus pamungkasnya check this out bor

Foo
Finally

Alhamdulilah sang legenda kini menampaki ruang baru dan menjadi alat tempur andalan saya lagi ini bener bener masih permulaan, ya awal yang baru sejarah baru buat aspire karena ternyata tidak hanya distro debian tapi arch jugak bisa keep badass lah pokoke

Tags:

Updated: